Soal Cpns 2020 (Hots) : Calon Peserta Penerimaan Cpns 2019 Wajib Tahu Isu Umum Cpns Ini


Berikut ini yakni informasi umum yang wajib diketahui dan dipahami oleh setiap pelamar CPNS, baik dari deretan umum maupun deretan khusus.

Dalam memenuhi amanat Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 perihal Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni menuju terwujudnya birokrasi berkelas dunia.

Dan untuk mewujudkan birokrasi berkelas dunia tersebut, pemerintah dengan berlandaskan UU Nomor 5 tahun 2014 tersebut berusaha mewujudkan manajemen Aparatur Sipil Negera menurut sistem merit.

Karena itu, dikala ini pemerintah telah dan sedang melaksanakan reformasi birokrasi yang salah satunya yakni reformasi dibidang sumber daya aparaturnya.

Reformasi ini mencakup penataan jumlah dan kualitas serta distribusi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

 Berikut ini yakni informasi umum yang wajib diketahui dan dipahami oleh setiap pelamar C Soal CPNS 2020 (Hots) :  Calon Peserta Penerimaan CPNS 2019  Wajib Tahu Informasi Umum CPNS Ini

Untuk itu, semenjak tahun 2015, pemerintah telah memutuskan taktik berupa kebijakan pembatasan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau yang lebih dikenal dengan Moratorium.

Kebijakan moratorium CPNS ini bertujuan semoga para pejabat pembina kepegawaian sentra maupun daerah, melaksanakan audit organisasi serta penataan sumber daya aparatur sesuai dengan rencana strategis pembangunan.

Informasi Wajib Bagi Pelamar CPNS 2019


Terutama untuk pemerintah tempat (Pemda), penetapan kebutuhan CPNS harus memperhatikan rencana strategis, organisasi perangkat daerah, pegawai eksisting, dan batas usia pensiun serta kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam hal pembiayaan gaji, tunjangan, dan biaya diklat serta biaya-biaya belanja pegawai lainnya.

Sejak diberlakukannya moratorium penerimaan CPNS ini, masing-masing instansi telah melaksanakan perhitungan jumlah kebutuhan pegawainya per jabatan.

Dan dari perhitungan tersebut, maka sanggup dilihat apakah instansi atau pemerintah tempat tersebut masih membutuhkan atau kekurangan pegawai atau tidak.

Kekurangan pegawai dari instansi atau pemerintah tempat tersebut biasanya untuk jabatan-jabatan tertentu, yang antara lain alasannya yakni terdapat pegawai yang akan atau telah memasuki masa purna bakti, atau alasannya yakni adanya pembentukan organisasi gres dalam pemerintahan.

Dari perhitungan kebutuhan pegawai tersebut, maka perlu diadakan pengangkatan pegawai baru, selain tetap dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah.

Adapun pemerintah dikala ini memprioritaskan penetapan kebutuhan pegawai negeri sipil (PNS) untuk:
  • Bidang pendidikan
  • Bidang kesehatan
  • Bidang Infrastruktur
  • Bidang Fungsional, dan
  • Jabatan teknis lainnya

Jenis Penetapan Kebutuhan (Formasi) dan Jabatan CPNS


Dalam memutuskan kebutuhan deretan pada instansi sentra maupun pemerintah tempat terdapat dua formasi, yakni deretan umum dan deretan khusus.

Adapun penetapan deretan khusus yakni sebagai berikut:

Penetapan Kebutuhan (Formasi) Khusus Instansi Pusat


Penetapan kebutuhan atau deretan khusus di instansi sentra meliputi:
  • Putra/ putri lulusan terbaik berpredikat dengan kebanggaan (Cumlaude)
  • Penyandang Disabilitas
  • Putra/ putri papua dan papua barat
  • Diaspora
  • Olahragawan berprestasi internasional, dan
  • Tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II (KII) yang memenuhi persyaratan.

Penetapan Kebutuhan (Formasi) Khusus Instansi Daerah


Penetapan kebutuhan atau deretan khusus di instansi tempat meliputi:
  • Putra/ putri lulusan terbaik berpredikat dengan kebanggaan (Cumlaude)
  • Penyandang Disabilitas
  • Tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II (KII) yang memenuhi persyaratan.

Ketentuan dan Persyaratan Penetapan Kebutuhan (Formasi) Khusus CPNS


1. Putra/ putri lulusan terbaik berpredikat dengan kebanggaan (Cumlaude) dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri, dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Formasi CPNS lulusan terbaik berpredikat dengan kebanggaan (cumlaude) dikhususkan bagi putra/i lulusan minimal jenjang pendidikan S1
  • Instansi sentra wajib mengalokasikan paling sedikit 10% dari total alokasi deretan CPNS yang ditetapkan.
  • Instansi tempat wajib mengalokasikan paling sedikit 5% dari total alokasi deretan CPNS yang ditetapkan.
  • Calon pelamar yakni lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan predikat dengan kebanggaan atau cumlaude dan berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/ unggul dan aktivitas studi terakreditasi A/ unggul pada dikala lulus.
  • Calon pelamar dari lulusan perguruan tinggi luar negeri sanggup mendaftar sehabis memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara dengan angka 4 dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

2. Penyandang disabilitas, dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Instansi wajib mengalokasikan kebutuhan (formasi) jabatan, persyaratan jumlah dan unit penempatan yang sanggup dilamar oleh peserta penyandang disabillitas sesuai denga kebutuhan organisasi dan kebutuhan jabatan.
  • Jumlah jabatan yang sanggup dilamar oleh penyandang disabilitas untuk instansi sentra paling sedikit 2%, dan instansi tempat 1% dari total deretan yang ditetapkan.
  • Calon pelamar dari penyandang disabililtas wajib melampirkan surat keterangan dokter yang menandakan jenis/ tingkat disabilitasnya
  • Berusia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun pada dikala melamar.

3. Diaspora, dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Diperuntukkanbagi WNI yang menetap di luar Indonesia dan mempunyai Paspor Indonesia yang masih berlaku serta bekerja sebagai tenaga profesional dibidangnya yang dibuktikan dengan surat rekomendasi dari tempat yang bersangkutan bekerja minimal selama 2 tahun.
  • Kemenlu menerbitkan surat keterangan pelamar Diaspora bebas dari permasalahan hukum
  • Dialokasikan untuk penetapan kebutuhan deretan jabatan peneliti, dosen, dan perekayasa dengan pendidikan sekurang-kurangnya Strata 2. Khusus untuk perekayasa sanggup dilamar dari lulusan Strata 1
  • Usia pelamar setinggi-tingginya 35 tahun dikala melamar, dan setinggi-tingginya 40 tahun untuk pelamar dengan kualifikasi pendidikan Strata 3 dikala melamar.


Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)


Pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS secara nasional dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional dibawah koordinasi Kemen PAN RB, yang secara teknis dilakukan oleh Kepala BKN selaku Ketua Tim Pelaksana.

Pelaksanaan Seleksi CPNS


Pada umumnya seleksi penerimaan CPNS dilaksanakan dalam 3 tahap, yakni:

1. Seleksi Administrasi, yang terdiri dari:
  • Verifikasi persyaratan manajemen kelengkapan dokumen pelamar dilakukan oleh panitia pelaksana seleksi CPNS intansi.
  • Pelamar sanggup mengikuti seleksi apabila dinyatakan lulus seleksi manajemen oleh Panitia Pelaksana Seleksi CPNS instansi sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Materi seleksi kompetensi dasar CPNS meliputi:
  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
  • Tes Intelegensia Umum (TIU)
  • Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

3. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

Materi Seleksi Kompetensi Bidang, meliputi:
  • Materi Seleksi Kompetensi Bidang untuk jabatan fungsional disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional dan diintegrasikan dalam bank soal CAT BKN
  • Materi Seleksi Kompetensi Bidang untuk jabatan pelaksana yang bersifat teknis sanggup memakai soal seleksi kompetensi bidang rumpunnya yang bersesuaian dengan jabatan fungsional terkait
  • Materi seleksi kompetensi bidang pada instansi pusta selain dengan CAT BKN sanggup berupa:
  1. Tes Potensi Akademik (TPA
  2. Tes Praktik Kerja
  3. Tes Bahasa Asing
  4. Tes Fisik/ Kesamaptaan
  5. Psikotes
  6. Tes Kesehatan Jiwa
  7. Tes Wawancara
  • Materi seleksi kompetensi bidang untuk jenis deretan Olahragawan berprestasi internasional memakai wawancara

Jumlah peserta yang sanggup mengikuti seleksi kompetensi bidang ditentukan paling banyak 3 kali jumlah kebutuhan masing-masing jabatan menurut peringkat nilai seleksi kompetensi dasar (SKD).

Pengolahan Hasil Seleksi dan Pengumuman Kelulusan CPNS


Bobot nilai seleksi kompetensi dasar (SKD) yakni sebesar 40% dan bobot nilai seleksi kompetensi bidang (SKB) yakni 60%.

Dalam hal instansi melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang dengan sistem CAT BKN, hasil seleksi kompetensi bidang dengnan CAT BKN merupakan nilai utama dengan bobot serendah-rendahnya 50% dari bobot nilai SKB.

Apabila instansi sentra menambah seleksi kompetensi bidang (SKB) dalam bentuk:
  • Wawancara dan/ atau tes praktik kerja, bobot yang diberikan paling tinggi masing-masing 25% dari totol nilai/ hasil seleksi SKB.
  • Lebih dari 2 jenis SKB yakni wawancara, tes praktik kerja, tes potensi akademik, tes bahasa asing, tes fisik/ kesamaptaan, psikotes, tes kesehatan jiwa, bobot masing-masing tes dibagi secara proporsional.

Dalam hal instansi sentra tidak melaksanakan seleksi kompetensi bidang (SKB) dengan CAT BKN, maka:
  • dapat melaksanakan tes jenis lainnya dengan bobot maksimal 40% untuk jenis wawancara dan tes praktik kerja, dan wajib menambahkan minimal 1 (satu) jenis tes lainnya dengan bobot sekurang-kurangnya 20% dari total nilai/ hasil SKB
  • dapat melaksanakan tes jenis lainnya dengan bobot nilai 40% untuk jenis wawancara atau praktik kerja dan wajib menambah minimal 1 jenis tes lainnya dengan bobot sekurang-kurangnya 60% atau dibagi secara proporsional dari total nilai/ hasil SKB.

Instansi tempat hanya diperkenankan menambah 1 jenis tes selain SKB dengan CAT BKN dan diberikan bobot paling tinggi 40% daru total nilai/ hasil SKB.

Pendaftar deretan umum jabatan guru yang mempunyai akta pendidik yang dikeluarkan Kemendikbud tidak diharapkan untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Sertifikat pendidikan tersebut ditetapkan sebagai pengganti SKB yang nilainya sebesar nilai maksimal SKB.

Prinsip dan Penentuan Kelulusan CPNS


Prinsip penentuan kelulusan peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) didasarkan pada nilai ambang batas kelulusan (Passing Grade).

Nilai ambang batas kelulusan atau passing grade SKD diatur dalam peraturan Menpan RB secara tersendiri.

Nilai Ambang Batas - Passing Grade CPNS


Nilai ambang batas SKD tes CPNS kalau didasarkan pada penerimaan CPNS tahun 2018 yang lalu, yakni PermenPAN RB
Nomor 37 tahun 2018, yakni sebagai berikut:

Nilai Ambang Batas SKD Formasi Umum
  • 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi
  • 80 untuk Tes Intelegensia Umum
  • 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan

Penilaian SKD CPNS


Dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS ada 3 bahan soal, yakni:

Penilaian untuk masing-masing soal dalam bahan soal TIU dan TWK yakni kalau benar 5 dan kalau salah atau tidak menjawab 0.

Sedangakan untuk evaluasi TKP, tidak ada balasan salah, namun mempunyai nilai dari 1 sampai 5.

Dan untuk tahun ini, Bentuk Soal Tes Karakteristik Pribadi akan mengadopsi atau menganut sistem atau bentuk soal HOTS (high order thingking skilss).

Maka, dengan demikian nilai maksimal yang sanggup diperoleh dari seleksi kompetensi dasar (SKD) yakni 500, yang terdiri dari:

a. 175 untuk TWK
b. 150 untuk TIU
c. 175 untuk TKP

Materi Soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)


Materi soal seleksi kompetensi dasar CPNS meliputi:

1. Tes Wawasan Kebangsaan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan dalam mengimplementasikan:
  1. Nasionalisme
  2. Integritas
  3. Bela negara
  4. Pilar bangsa
  5. Bahasa Indonesia
  6. Pancasila
  7. Undang-undang Dasar 1945
  8. Bhinneka Tunggal Ika
  9. NKRI (sistem tata negara Indonesia, sejarah usaha bangsa, peranan bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar).

2. Tes Intelegensia Umum (TIU) dimaksudkan untuk menilai:
  1. Kemampuan verbal, yakni kemampuan memberikan informasi secara mulut maupun tulisan
  2. Kemampuan numerik, yakni kemampuan melaksanakan operasi perhitungan angka-angka dan melihat korelasi diantara angka-angka
  3. Kemampuan figural, yakni kemampuan yang bekerjasama dengan kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol dan diagram.
  4. Kemampuan berpikir logis, yakni kemampuan melaksanakan kebijaksanaan budi secara runtut dan sistematis.
  5. Kemampuan berpikir analitis, yakni kemampuan mengurai suatu permasalah secara sistematis.

3. Tes Karakteristik Priadi (TKP), untuk menilai:
  1. Pelayanan publik
  2. Sosial budaya
  3. Teknologi informasi dan komunikasi
  4. Profesionalisme
  5. Jejaring kerja
  6. Integritas diri
  7. Semangat berprestasi
  8. Kreativitas dan inovasi
  9. Orientasi pada pelayanan
  10. Orientasi kepada orang lain
  11. Kemampuan beradaptasi
  12. Kemampuan mengendalikan diri
  13. Kemampuan bekerja sanggup berdiri diatas kaki sendiri dan tuntas
  14. Kemauan dan kemampuan mencar ilmu berkelanjutan
  15. Kemampuan bekerjasama dalam kelompok
  16. Kemampuan menggerakkan dan mengoordinasi orang lain.

Demikianlah informasi umum yang wajib Anda ketahui sebelum Anda melamar untuk mengikuti tahapan-tahapan seleksi penerimaan CPNS 2019 nanti. Semoga bermanfaat!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel