Soal Hots Cpns 2020 : Siasat Jawab Soal Hots Cpns Pancasila

 atau dalam arti yang lebih praktis dimengerti bisa diartikan sebagai  Soal Hots CPNS 2020 : Siasat Jawab Soal HOTS CPNS Pancasila

"Soal HOTS CPNS" atau dalam arti yang lebih praktis dimengerti bisa diartikan sebagai "Soal yang dikategorikan sebagai soal yang memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam penyelesaiannya" ialah merupakan type soal CPNS gres yang dibentuk dengan tujuan untuk mencetak seorang ASN handal yang bisa berfikir cepat, berfikir kreatif dan membuat paradigma gres dalam sebuah lingkungan dan ruang dimensi sesuai tuntutan kurun Revolusi Industri 4.0

Soal soal HOTS ini muncul sebagai tanggapan untuk bisa membuat SDM ASN 4.0 yang berbeda dari ASN yang sudah ada ketika ini - mereka dituntut untuk serba cepat, berfikir tingkat tinggi, serba Jeli, Fleksibel dan selalu berfikir alternatif dalam melayani dan memecahkan suatu permasalahan yang timbul di lingkungan pekerjaan yang serba cepat

Karakter Soal HOTS CPNS
 atau dalam arti yang lebih praktis dimengerti bisa diartikan sebagai  Soal Hots CPNS 2020 : Siasat Jawab Soal HOTS CPNS Pancasila
Karakter dari Soal Higher Order Thinking Skills ini bisa dicirikan sebagai berikut
  1. Sulit dipahami kalau hanya dibaca satu kali
  2. Memerlukan lebih dari 1x dibaca
  3. Type soal panjang panjang layaknya sebuah cerita
  4. Menghabiskan waktu
Jika melihat point diatas, bukan hal yang mustahil setiap penerima tes akan kehabisan waktu, walaupun hanya untuk bisa mengerjakan 1 soal saja. Dalam tes CAT CPNS sendiri, tiap penerima akan diberikan 100 soal yang harus simpulan dikerjakan dalam jangka waktu 90 menit, ini berarti kalau diambil rata rata 1 soal bernilai sekitar 54 detik.

Sekarang pertanyaannya ialah bagaimana mungkin kita bisa menuntaskan soal dan menjawabnya dalam waktu 54 detik, kalau membaca soalnya saja membutuhkan waktu 1 menit???

Itulah yang terjadi dan dirasakan di lapangan oleh sebagian besar penerima tes, khususnya bagi kau yang pernah mengikuti tes seleksi CPNS 2018. Mereka mnenyatakan bahwa waktu yang diberikan tidak cukup. Benarkah demikian??

Siasat Jawab Soal HOTS

Pertanyaan diatas tidak sepenuhnya benar kalau setiap orang mengetahui trik diam-diam dalam menjawab soal HOTS. Khususnya dalam Paket LKIT, kau akan diberikan rumus khusus sehingga soal cpns yang disajikan tidaklah harus dibaca seluruhnya alasannya ialah hanya akan menghabiskan waktu. Didalam tiap soal akan selalu ada inti pointnya - dan inti point tersebut itulah yang dijadikan rumus ketjeh.

Rumus tersebut tidak hanya disajikan untuk soal soal TKP, melainkan juga untuk soal soal Undang-Undang Dasar 45, Soal Soal Pancasila, Soal Figural dan Soal Hitungan.

baca juga:  Tips Libas Soal TKP HOTS Absurd

Rumus dalam hitungan mungkin sudah tidak asing - tapi kalau pancasila mempunyai rumus, Undang-Undang Dasar 45 mempunyai rumus, TKP mempunyai rumus - itulah keistimewaan Paket LKIT. Dan alasannya ialah itulah mengapa Paket LKIT selalu dinanti dan diburu, isinya selalu berbeda dari materi pembelajaran lainnya di pasaran.

Soal HOTS Tes Wawasan Kebangsaan
    Berikut ialah pola dari Soal HOTS CPNS Pancasila 2019

    TANGSEL - Kejadian pilu menimpa 2 orang bocah di anak-anak di yayasan sosial Husnul Khotimah Indonesia, Jalan Tentara Pelajar, Perigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka disekap berhari-hari, seraya menerima penganiayaan dari pengurus yayasan.

    Bocah malang itu berinisial, SA (16) dan GP (16), keduanya tercatat pernah menjadi relawan yayasan amal tersebut. Saat bertugas, mereka berkeliling pemukiman dan mendatangi rumah satu-persatu dengan modal amplop kosong dan brosur yayasan.

    Peristiwa tragis itu dimulai, ketika beberapa pengurus yayasan pada tanggal 5 September 2018 kemudian memergoki SA dan GP berada di wilayah Jakarta Selatan. Meski sudah tak menjadi relawan yayasan, keduanya dan seorang bakir balig cukup akal yang diketahui berjulukan Dona Ardiana (21), terlihat tengah meminta pertolongan dengan brosur yayasan.

    Melihat hal itu, pengurus yayasan berjulukan Dedi (25), eksklusif membawa ketiganya ke kantor yayasan untuk diinterogasi. Disana, Dedi dibantu pengurus yang lain, Abdul Rojak (33) dan Haerudin (27), eksklusif melaksanakan penganiayaan.

    "Ketiga korban dibawa ke kantor yayasan, kemudian diintimidasi dan dianiaya. Penganiayaan itu berupa pemukulan, mata dan lisan korban di tutup lakban, rambutnya digunduli secara paksa. Salah satu tersangka juga mengarahkan sepatunya ke lisan korban dengan cara paksa untuk dijilat," terang Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangsel, Senin (24/9/2018).

    Menurut Ferdy, para tersangka mengakui bahwa penganiayaan itu dipicu oleh ulah korban yang meminta pertolongan mengatasnamakan yayasan Husnul Khotimah. Ketiganya pun disekap selama 5 hari, dan diharuskan membayar ganti rugi sebesar Rp18 juta kalau ingin dilepaskan.

    "Keluarganya (korban) melapor bahwa korban ini disekap oleh yayasan. Jika ingin dilepas, maka harus menebusnya menurut kerugian yayasan selama namanya dicatut oleh korban. Lalu kita lakukan penyelidikan, 2 tersangka kita tangkap dalam waktu berbeda. Sedangkan tersangka Haerudin masih buron," tambahnya.
    Informasi yang dihimpun, para pelaku rupanya mempunyai posisi berbeda-beda di yayasan yang gres bangkit sekira 2 tahun kemudian itu. Pelaku Dedi diketahui bertugas sebagai pengurus, Abdul Rojak sebagai pemilik dan penanggung jawab yayasan, serta Haeruddin yang bekerja sebagai pegawai tak tetap Dinas Perhubungan Kota Tangsel itu berstatu ialah teman dari Abdul Rojak.

    Dari hasil penyelidikan diperoleh keterangan mencengangkan, bahwa ternyata hasil penggalangan bantuan amal selama ini oleh pelaku justru dipakai untuk keperluan pribadi. Sedangkan status yayasan itu sendiri masih dalam penelusuran dan menunggu klarifikasi forum terkait (Kemenkumham).

    "Status yayasannya masih menunggu tanggapan dari Kemenkumham. Berdasarkan akreditasi tersangka, rupanya bantuan yang terkumpul selama ini dipakai untuk keperluan pribadi. Perhari, mereka minimal menerima setoran Rp300 ribu dari satu relawan, nanti alhasil 70 persen untuk tersangka, sisanya 30 persen untuk relawan itu," terang Ferdy.

    Dua dari tiga korban yang masih dibawah umur itu kini terus didampingi oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel. Penyekapan dan penganiayaan yang dialami keduanya, masih menyimpan trauma mendalam.

    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal berlapis, yakni Pasal 77 Subsider Pasal 80 Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014, atas Perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 wacana Perlindungan Anak, dan atau Pasal 2 UU Nomor 21 tahun 2007 wacana Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan atau Pasal 333 KUHP, dan atau Pasal 351 KUHP, dan atau Pasal 335 kitab undang-undang hukum pidana Juncto Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumnya ialah 15 tahun penjara. 

    Berdasarkan dari penggalan dongeng insiden diatas, terdapat ketidaksesuaian dalam penerapan sila pancasila - terutama sila pancasila ke

    A. 1
    B. 2
    C. 3
    D. 4
    E. 5

    Tips:

    Jika kau membaca soalnya hingga selesai, kau akan kehabisan waktu. Waktu untuk membaca soalnya saja diperlukan waktu 1 menit 30 detik belum lagi kalau kau perlu 2x membaca berarti kau butuh waktu 3 menit untuk hanya bisa membaca dan memahami satu soal ini saja.

    Apakah soal ini harus dibaca hingga selesai??

    Jawabnya ialah tidak....Jawabnya kau perlu Rumus Ketjeh untuk bisa menyelesaikannya. Dengan rumus ketjeh yang diberikan kau hanya butuh 3 detik saja dalam menuntaskan soal dan menjawabnya, dan tentu saja jawabannya ialah 100% benar. Rumusnya ada dalam Paket LKIT Xtreeme. "Rumus Ketjeh Pancasila"

    Kuasai semua rumus ketjeh pancasila dalam Paket LKIT Xtreeme. Pelajari Paket LKIT kini dan gapailah masa depan. Sebagai tumpuan dan rekomendasi terbaik, pilih dan pelajari Paket LKIT Pack Titanium. Apresiasi Kementerian PAN RB terhadap Paket LKIT bisa dilihat di http://www.paketlkit.com/p/special.html


    SATU PELURU hanya bisa tembus 1 kepala tapi..SATU TULISAN bisa menembus jutaan kepala - selamat berguru dengan Paket LKIT 😊

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel