Rangkuman Bahan - Nasionalisme [Twk Cpns Hots]

Rangkuman bahan wacana Nasionalisme - dalam tes wawasan kebangsaan (TWK), terdapat aspek-aspek evaluasi yang dipakai untuk mengukur sejauhmana wawasan kebangsaan yang dimiliki oleh penerima tes CPNS. 

Adapun menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2018 wacana Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018, terdapat 9 aspek evaluasi yang dipakai untuk mengukur sejauhmana wawasan kebangsaan yang dimiliki penerima CPNS dimaksud yang terdiri dari :
1. Nasionalisme
2. Integritas
3. Bela Negara
4. Pilar Negara
5. Bahasa Indonesia
6. Pancasila
7. UUD 1945
8. Bhinneka Tunggal Ika
9. Negara Kesatuan Republik Indonesia  

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas poin-poin penting yang berkaitan dengan nasionalime dalam bentuk rangkuman materi.


Pengertian Nasionalisme

Untuk memahami wacana hal, langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu mengetahui terlebih dahulu pengertian dari hal yang akan kita pelajari. Adapun dalam hal ini, hal yang akan kita pelajari berkaitan dengan Nasionalisme. Apa yang dimaksud dengan Nasionalisme?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Nasionalisme diartikan sebagai paham (ajaran) untuk menyayangi bangsa dan negara sendiri. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua kalimat yang sanggup dijadikan kunci untuk memahami wacana Nasionalisme, yaitu :
1. Nasionalisme yaitu sebuah paham atau ajaran.  
2. Nasionalisme mengajarkan seseorang untuk menyayangi bangsa dan negaranya sendiri.

Nasionalisme di Indonesia

Setelah kita mengetahui bahwa Nasionalisme merupakan sebuah paham, maka paham tersebut harus dianalisis apakah cocok diterapkan di Indonesia atau tidak ? Bila dilihat dari isinya, maka Nasionalisme yaitu sebuah paham yang cocok untuk diterapkan di Indonesia. Alasannya, paham Nasionalisme ini sangat mendukung sila ke 3 Pancasila yaitu, Persatuan Indonesia dan butir-butir pengamalannya yang terdiri dari :
1. bisa menempatkan persatuan dan kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama diatas kepentingan langsung dan golongan;
2. sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan;
3. menyebarkan rasa cinta kepada tanah air Indonesia;
4. menyebarkan rasa pujian berkebangsaan dan bertanah air Indonesia;
5. memelihara ketertiban dunia yang menurut kemerdekaan perdamaian infinit dan keadilan sosial;
6. menyebarkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika;
7. memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa;
Berdasarkan uraian tersebut, maka kita bisa menciptakan pengertian Nasionalisme lebih terang menjadi sebuah paham yang mengajarkan seseorang untuk bisa menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan langsung dan golongan, sanggup rela berkorban, mempunyai rasa cinta tanah air dan pujian menjadi suatu bangsa tertentu dengan tetap memelihara ketertiban dunia demi menyebarkan dan memajukan persatuan dan kesatuan bangsa.

Menanamkan Nasionalisme di Indonesia

Nasionalisme yaitu sebuah paham yang cocok diterapkan di Indhionesia. Oleh lantaran itu, perlu adanya upaya untuk menanamkan Nasionalisme dalam hati dan pikiran semua bangsa Indonesia yang sanggup dilakukan melalui :

1. Memasukkan Nasionalisme dalam pelajaran di sekolah maupun perkuliahan;
2. Menayangkan program televisi yang sanggup meningkatkan semangat Nasionalisme;
3. Mendorong pelaku perjuangan melalui training dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas produk dalam negeri sehingga masyarakat Indonesia tertarik membeli, memakai dan besar hati memakai produk dalam negeri tersebut;
4. Memberikan referensi kepada masyarakat melalui kepemimpinan pejabat pemerintah yang mempunyai semangat Nasionalisme;

Dengan menanamkan Nasionalisme dalam hati dan pikiran semua bangsa Indonesia, maka diharapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mempunyai persatuan dan kesatuan bangsa yang kuat, mempunyai pemikiran-pemikiran cerdas dan unggul untuk memajukan Indonesia.

Nasionalisme Ekstrem

Nasionalisme yaitu sebuah paham yang bersifat aktual dan sesuai dengan Pancasila. Namun, apabila dalam pelaksanaannya tidak memperhatikan keseimbangan antara hak dan kewajiban maka akan lahir Nasionalisme Ekstrem, yaitu :

1. Chauvinisme
Chauvinisme yaitu sebuah paham yang mengajarkan seseorang untuk menyayangi bangsa dan negaranya sendiri dengan cara mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain. Berdasarkan pengertian tersebut, Chauvinisme mempunyai persamaan dengan Nasionalisme yaitu sama-sama mengajarkan seseorang untuk menyayangi bangsa dan negaranya sendiri.

Namun, terdapat perbedaan yang besar antara Chauvinisme dan Nasionalisme yaitu dalam tindakan, ucapan atau perilaku yang ditunjukkan dalam menyayangi bangsa dan negaranya tersebut. Orang yang menganut paham Chauvinisme akan berusaha menyayangi dan memajukan bangsa dan negaranya walaupun dengan cara menindas bangsa dan negara lain serta terlalu berlebihan merasa besar hati dengan bangsa dan negaranya sehingga menganggap bangsa dan negara lain lebih rendah martabatnya.

2. Fasisme
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Fasisme yaitu paham golongan nasionalis esktrem yang menganjurkan pemerintahan otoriter. Berdasarkan pengertian tersebut, artinya fasisme mempunyai keterkaitan dengan Nasionalisme. Keterkaitan antara Fasisme dan Nasionalisme yaitu sama-sama sebagai paham yang dilandasi rasa cinta terhadap bangsa dan negaranya sendiri.

Namun, terdapat perbedaan besar antara Fasisme dan Nasionalisme yaitu dalam mengungkapkan rasa cintanya, orang yang menganut Fasisme memakai paksaan semoga masyarakat menyayangi bangsa dan negaranya sedangkan Nasionalisme menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menyayangi bangsa dan negaranya.

Paksaan yang dilakukan oleh orang yang menganut Fasisme diwujudkan melalui kepemimpinan seseorang yang bersifat otoriter dan absolut. Kekuasaan harus dipegang oleh satu orang (pemusatan kekuasaan) serta segala perintah yang dikeluarkan harus dipatuhi oleh semua masyarakat tanpa terkecuali.

Apabila ada masyarakat yang tidak mematuhi peraturan, maka ia akan dianggap sebagai musuh sehingga dalam Fasisme identitas harus seragam (harus sama mengikuti perintah) dan musuh negara itu tidak hanya berasal dari luar akan tetapi dari dalam (masyarakat itu sendiri bisa dianggap sebagai musuh).

Demikian rangkuman bahan wacana Nasionalisme, semoga sanggup menambah wawasan dan kesiapan dalam menghadapi tes CPNS terutama tes CPNS tahun ini yang banyak terdapat tipe soal HOTS. Apabila ada kekeliruan, saran dan pertanyaan silahkan sampaikan dikolom komentar, terima kasih.
Daftar Isi - Informasi dan Latihan Soal Lengkap Tes CPNS Terbaru
Daftar Isi - Informasi dan Latihan Soal Lengkap Tes P3K Terbaru
  Channel Telegram Seleksi P3K dan CPNS Terbaru

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel