Soal Skb Cpns Hots 2019/2020 : 45 Butir Pengamalan Pancasila Sila 1 - 5 Keluar Di Twk Skd Cpns 2020

 Sebagian pendaftar CPNS sudah mengikuti ujian SKD Soal SKB CPNS Hots 2019/2020 :  45 Butir Pengamalan Pancasila Sila 1 - 5 Keluar di TWK SKD CPNS 2020

Lamopi.Com - Sebagian pendaftar CPNS sudah mengikuti ujian SKD, artinya akseptor seleksi CPNS 2019 yang gres tes besok atau hari-hari berikutnya sanggup menyiapkan diri lebih baik untuk menghadapi bahan soal tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi.

Pengamalan Pancasila

Bentuk-bentuk soal yang keluar pun sudah makin jelas, baik soal TWK, TIU, maupun TKP. Rentang skor dan tingkat kesulitan dalam SKD CPNS 2019 juga makin jelas.
Lihat Juga: Download Ebook SKD SKB CPNS 2020 + Ribuan Contoh Soal dan Pembahasanya .pdf
Terkait rentang skor, nampaknya akseptor P1/TL yang tidak menentukan ikut SKD CPNS 2019 sanggup bersyukur. Sebab ternyata akseptor SKD CPNS 2019 kesulitan memperoleh skor di atas 350.

Lalu soal-soal apa sajakah yang banyak keluar dalam tes SKD CPNS 2019?

Sejumlah akseptor CPNS 2019 yang telah mengikuti tes SKD pun menunjukkan jenis-jenis soal yang mereka hadapi hari ini.

Untuk soal TWK, ternyata tidak ada pertanyaan nama-nama tokoh, tetapi lebih ke logika. Peserta CPNS 2019 lebih banyak disuruh menentukan sebuah kasus termasuk pengamalan sila ke berapa.

Selain itu dalam TWK juga tidak ada soal pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945, kemudian tidak juga ada soal yang mempertanyakan nomor UU, tetapi lebih banyak analisis permasalahan di Indonesia.

Soal wacana Natuna juga keluar dalam bentuk pertanyaan berupa penerapan Pancasila.
Hafalkan Pengamalan Pancasila
Baca Juga: Kisi-kisi Soal dan Tips Lulus Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2020
Melihat pengamalam para akseptor CPNS 2019 yang telah menghadapi SKD, sepertinya akseptor CPNS harus segera mempelajari pengamalan Pancasilan.

Caranya tentu saja dengan memahami 45 butir pengamalan Pancasila dengan baik.:

Sila 1 : Ketuhanan YME

- Bangsa Indonesia percaya dengan Tuhan YME
- Percaya, Taqwa sesuai agama masing-masing
- Menghormati dan kerjasama antar pemeluk agama
- Kerukunan hidup antar umat beragama
- Agama/kepercayaan kekerabatan langsung insan dengan Tuhan
- Bebas menjalankan ibadah
- Tidak memaksakan agama
Baca Juga: Humas BKN: Lolos Passing Grade SKD, Belum Tentu Bisa Ikut SKB CPNS
contoh-Contoh Pengamalan Sila Ke-1 (Pertama) Pancasila
1. Meyakini adanya Tuhan yang Maha Esa
2. Percaya dan taqwa Tuhan yang Maha Esa
3. Menghormati agama orang lain
4. Tidak mengganggu peribadatan orang lain yang berbeda agama
5. Menjaga kerukunan antar umat beragama di lingkungan sosial masyarakat
6. Menghormati kebebasan beragama terhadap orang lain
7. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
8. Menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianut
9. Tidak mengganggu orang yang sedang beribadah
10. Tidak menghina aliran agama orang lain
11. Menghargai perayaan hari-hari besar keagamaan
12. Merayakan hari raya Idul Fitri bagi penganut agama Islam
13. Merayakan hari natal bagi penganut agama Nasrani
14. Tidak menyinggung perasaan orang yang berbeda agama
15. Bekerjasama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama
16. Tekun beribadah sesuai dengan agama yang dianut
17. Menciptakan suasana taat beribadah di dalam keluarga
18. Tidak malas dalam beribadah
19. Tidak melaksanakan perbuatan yang dihentikan agama
20. Mengajarkan ilmu agama kepada orang-orang yang seiman
21. Tidak melaksanakan perbuatan yang merusak suasana kerukunan antar pemeluk agama di masyarakat
22. Menghargai bahwa setiap agama mempunyai cara beribadah yang berbeda
23. Tidak menjadikan perbedaan agama sebagai alasan untuk saling bermusuhan
24. Melakukan ibadah di Pura bagi pemeluk agama Hindu
25. Melakukan ibadah di Vihara bagi pemeluk agama Budha
26. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan aliran agama
27. Rajin beribadah dan menghindari perbuatan tercela
28. Bersatu dan berafiliasi dengan untuk membuat suasana kehidupan beragama yang harmonis
29. Berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa
30. Menuntut ilmu agama

Sila 2 : Kemanusiaan yang adil dan beradab

- Memperlakukan insan sesuai harkat dan martabat
- Kesamaan derajat, hak, kewajiban asasi tanpa membedakan
- Saling mengasihi sesama
- Tenggang Rasa
- Tidak semena-mena ke orang lain
- Menjunjung nilai kemanusiaan
- Kegiatan kemanusiaan
- Membela kebenaran dan keadilan
- Bangsa Indonesia penggalan dari seluruh umat manusia
- Menghormati dan kerjasama dengan bangsa lain

Berikut ini beberapa teladan pengamalan sila ke-2 dari Pancasila yang sanggup kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Membantu korban peristiwa alam
2. Turut serta dalam kegiatan kemanusiaan
3. Memberi santunan kepada orang miskin
4. Mengunjungi sahabat yang sakit
5. Tidak menyakiti orang lain
6. Peduli terhadap penderitaan orang lain
7. Tidak menyinggung perasaan orang lain
8. Bersimpati kepada orang yang mengalami kemalangan
9. Menghargai hak asasi manusia
10. Tidak melanggar hak-hak orang lain
11. Berani membela orang yang tidak bersalah
12. Turut menjaga perdamaian dunia
13. Menghargai kemerdekaan bangsa lain
14. Bekerjasama dengan bangsa lain
15. Menolong orang yang membutuhkan bantuan
16. Tidak menindas bangsa lain
17. Tidak melaksanakan penjajahan terhadap bangsa lain
18. Tidak melaksanakan perundungan terhadap orang lain
19. Membantu lansia menyeberang jalan
20. Memberi tempat duduk pada perempuan hamil di angkutan umum
21. Tidak menzalimi orang lain
22. Tidak menghina orang yang cacat
23. Memberi sumbangan pada kegiatan sosial
24. Tidak mengganggu orang lain
25. Mengutamakan orang yang mempunyai disabilitas
26. Tidak berbuat bergairah terhadap orang lain
27. Menghormati orangtua dan guru
28. Tidak melaksanakan perbuatan keji kepada orang lain
29. Tidak melaksanakan kekerasan pada anak kecil
30. Tidak membedakan derajat manusia

Sila 3 : Persatuan Indonesia

- Kepentingan bersama di atas kepentingan langsung dan golongan
- rela berkorban untuk negara
- Cinta tanah air
- Bangga atas bangsa tanah air
- Ketertiban dunia > dasar kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial
- Persatuan dasar bhineka tunggal ika
- Pergaulan > persatuan dan kesatuan bangsa

Contoh-Contoh Pengamalan Sila Ke-3 (Ketiga) Pancasila
1. Menjaga persatuan dalam masyarakat
2. Mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan langsung dan golongan
3. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa
4. Cinta tanah air
5. Bangga sebagai bangsa Indonesia
6. Menjaga ketertiban dunia
7. Membela tanah air
8. Tidak memusuhi suku tertentu
9. Bersedia kerjasama dengan semua suku yang ada di Indonesia
10. Mengikuti upacara peringatan Sumpah Pemuda
11. Menghargai kebudayaan kawasan lain
12. Bersedia berkorban untuk kepentingan bersama
13. Mendamaikan kelompok masyarakat yang bermusuhan
14. Melaksanakan kegiatan yang meningkatkan persatuan
15. Menjaga ketertiban dunia
16. Bersedia memenuhi panggilan untuk membela bangsa
17. Mengutamakan persatuan dalam berdikusi
18. Tidak membuatkan rasa permusuhan dengan orang lain
19. Saling menghormati perbedaan suku
20. Menjaga kedaulatan bangsa
21. Tidak menghasut orang lain untuk saling bermusuhan
22. Tidak membuatkan fitnah dalam masyarakat
23. Tidak membuatkan kebencian
24. Menumbuhkan rasa kebangsaan
25. Menjaga kerukunan dalam masyarakat
26. Menumbuhkan rasa senasib dan sepenangungan
27. Tidak menonjolkan perbedaan dalam pergaulan
28. Menghargai bahasa kawasan lain
29. Menjaga nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika
30. Menjaga persahabatan dengan semua teman

Sila 4 : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat akal dalam permusyawaratan/perwakilan

- Kedudukan, hak, kewajiban sama
- Tidak memaksakan kehendak
- Musyawarah untuk kepetingan bersama
- Musyawarah > mufakat > kekeluargaan
- Menghormati, menjunjung keputusan musyawarah
- Dalam musyawarah mendahulukan kepentingan bersama
- Musyawarah berdasarkan penalaran dan hati nurani
- Keputusan musyawarah menjadi tanggung jawab moral, benar, adil, dan persatuan
- Wakil rakyat > permusyawaratan

Berikut ini beberapa teladan pengamalan sila ke-4 dari Pancasila yang sanggup kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mengadakan musyawarah untuk membuat keputusan bersama
2. Tidak memaksakan kehendak ketika bermusyawarah
3. Mengembangkan suasana kekeluargaan dalam musyawarah
4. Mengadakan rapat untuk membuat keputusan
5. Menghormati keputusan rapat
6. Melaksanakan keputusan rapat
7. Mengikuti musyawarah dengan niat baik
8. Membuat keputusan dengan memperhatikan kepentingan bersama
9. Memberikan hak bunyi dalam pemilihan umum
10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil rakyat di DPR
11. Tidak memaksakan orang lain menentukan partai tertentu dalam pemilihan umum
12. Menyampaikan aspirasi masyarakat melalui Dewan Perwakilan Rakyat
13. Menjunjung nilai kebenaran dan keadilan dalam melaksanakan mufakat
14. Menggunakan penalaran dan hati nurani dalam bermusyawarah
15. Membuat keputusan berdasarkan mufakat
16. Mematuhi peraturan yang dibentuk bersama
17. Bersikap aktif dalam menunjukkan pendapat dalam rapat
18. Menggunakan hak bunyi dalam pemilu sesuai hati nurani
19. Turut serta dalam pemilihan ketua RT
20. Tidak bersikap hirau tak hirau ketika mengikuti rapat
21. Mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam musyawarah
22. Mengakui persamaan hak sebagai warga negara
23. Mengakui persamaan kewajiban sebagai warganegara
24. Mengakui persamaan derajat sebagai warganegara
25. Tidak melanggar keputusan yang dibentuk bersama
26. Tidak melanggar hak-hak kewarganegaraan orang lain
27. Memiliki i’tikad baik dalam mengikuti musyawarah
28. Melaksanakan kewajiban sebagai warga negara berdasarkan undang-undang
29. Mengakui undang-undang yang dibentuk oleh DPR
30. Melaksanakan peraturan pemerintah yang ditetapkan DPR

Sila 5 : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

-Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
- Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
- Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
- Menghormati hak orang lain.
- Suka memberi pertolongan kepada orang lain semoga sanggup berdiri sendiri.
- Tidak memakai hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
- Tidak memakai hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
- Tidak memakai hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
- Suka bekerja keras.
- Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
- Suka melaksanakan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

contoh-Contoh Pengamalan Sila Ke-5 (Kelima) Pancasila
-Berlaku adil terhadap sesama
-Menghormati hak orang lain atas dasar keadilan
-Suka bekerja keras -Tidak berperilaku boros
-Tidak bergaya hidup mewah
-Suka berhemat
-Tidak melanggar peraturan yang berkaitan dengan kepentingan umum
-Tidak menyalahgunakan kemudahan umum untuk kepentingan pribadi
-Tidak merusak kemudahan umum
-Tidak malas dalam bekerja
-Menghargai hasil karya orang lain
-Tidak memakai kendaraan beroda empat langsung untuk kebut-kebutan di jalan raya
-Tidak merusak lingkungan yang sanggup membahayakan masyarakat
-Melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama
-Gotong royong membangun jalan
-Gotong royong membersihkan sungai
-Membantu perekonomian masyarakat dengan menunjukkan training usaha
-Memberdayakan potensi wisata desa
-Menjaga suasana kekeluargaan di lingkungan masyarakat
-Tidak bersikap pilih kasih dalam pergaulan di masyarakat
-Menolong orang lain untuk mandiri
-Berpartisipasi untuk membangun desa
-Tidak melaksanakan kegiatan yang sanggup merugikan masyarakat sekitar
-Memelihara kemudahan umum
-Gotong royong membangun jembatan
-Menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban secara seimbang
-Melindungi hak-hak orang lain
-Melakukan kegiatan untuk kesejahteraan bersama
-Tidak melaksanakan pemerasan terhadap orang lain
-Tidak menjadikan kebisingan yang sanggup mengganggu tetangga.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel